Selamat Datang di BBAP Situbondo
Penanaman Mangrove di Kawasan Tambak BBAP Situbondo - Instalasi Pasuruan Menuju Tambak Organik yang Ramah Lingkungan
Indonesia tercatat sebagai Negara yang memiliki sumberdaya perikanan melimpah dan potensi ekosistem mangrove terluas di dunia yaitu 21% dari total luas mangrove di dunia. Ekosistem ini mampu dikembangkan selain kawasan perlindungan pantai dari abrasi.
Kawasan pesisir dan laut merupakan sebuah ekosistem yang terpadu dan saling berkolerasi secara timbale balik (Siregar dan Purwaka, 2002). Masing-masing elemen dalam ekosistem dari salah satunya (daratan & lautan) secara langsung berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem keseluruhan. Hutan mangrove merupakan elemen yang paling banyak berperan dalam menyeimbangkan kualitas lingkungan dan menetralisisr bahan-bahan pencemar.
Last Updated (Tuesday, 21 February 2012 12:38)
Industrialisasi Perikanan sebagai program peningkatan nilai tambah pelaku usaha perikanan(Situbondo, 05-01-2012) Industrialisasi Kelautan dan Perikanan adalah proses perubahan sistem produksi hulu dan hilir untuk meningkatkan nilai tambah, produktivitas, dan skala produksi sumberdaya kelautan dan perikanan, melalui modernisasi yang didukung dengan arah kebijakan terintegrasi antara kebijakan ekonomi makro, pengembangan infrastruktur, sistem usaha dan investasi, IPTEK dan SDM untuk kesejahteraan rakyat. Program yang telah dicanangkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo sudah mulai dilakukan di tahun 2012 ini. Untuk itu seperti yang disampaikan Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Dr. Slamet Subyakto pada seluruh karyawan BBAP Situbondo pada Kamis (5/1) bahwa untuk mendukung suksesnya program ini maka perlu penyamaan program-program yang akan dilaksanakan BBAP Situbondo dengan program industrialisasi perikanan tersebut. Oleh karena itu kegiatan-kegiatan BBAP Situbondo harus ditekankan atau difokuskan pada kegiatan industrialisasi perikanan. Last Updated (Thursday, 09 February 2012 08:01)
Sambutan Kepala Balai Budidaya Air Payau Situbondo dalam Menyongsong Tahun Baru 2012
Seluruh PENGUNJUNG website BBAP Situbondo khususnya , dan pelaku, pecinta dan pemerhati perikanan Budidaya di seluruh Indonesia pada umumnya,
Assalamu'alaikum wr. wb. Kita sudah selayaknya memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan pemilik semesta alam, yang telah melimpahkan rahmatNya kepada kita termasuk kekayaan alam perikanan yang begitu berlimpah ruah ini. Syukur ini sekaligus mengingatkan kita akan tugas dan tanggung jawab untuk mengelola dan memanfaatkaannya demi kemakmuran masyarakat bersama. Terimakasih saya ucapkan kepada para pengunjung Website BBAP Situbondo, yang mungkin masih sangat sedikit selama ini informasi yang diperoleh dan jauh dari harapan yang diharapkan. Harus kami akui bahwa selama ini website BBAP Situbondo belum mendapat porsi perhatian yang memadai. Hal ini karena memang belum banyak perhatian kami curahkan bahkan terabaikan, sehingga tidak ada perubahan dan penambahan informasi dalam website kami. Insya Allah mulai tahun 2012 akan dilakukan perubahan besar dan akan kami kembangkan untuk media informasi budidaya khususnya hasil-hasil kegiatan BBAP Situbondo. Tahun 2011 yang telah lewat sudah banyak program-program Kementerian Kelautan dan Perikanan khususnya Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Program-program tersebut diantaranya Pengembangan kawasan Minapolitan di 24 Lokasi dalam rangka menumbuhkembangkan perkonomian suatu kawasan berbasis perikanan budidaya, Pengembangan Usaha Masyarakat Pedesaan (PUMP) dalam upaya menumbuhkan jiwa wirausaha dan berkembangnya ekonomi masyarakat pedesaan, Gentanadi ( Gerakan sejuta Hektar Mina Padi), PUGAR ( Pengembangan Usaha Garam Rakyat ) dan sebagainya yang berorientasi pada pemberdayaan Masyarakat bawah. Dengan kebijakan dan program Menteri Kelautan dan Perikanan tentang industrialisasi perikanan, peluang dan tantangan ada di depan kita. Konsep industrialisasi hakikatnya adalah meningkatkan nilai tambah suatu produk, sehingga margin yang diperoleh lebih besar dan multiplier efeknya menjadi lebih luas atau lebih banyak pihak yang terlibat. Hal ini berarti akan menciptakan peluang dan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Dengan potensi sumberdaya yang kita miliki dan kerja keras, insya Allah harapan dan cita-cita mulia tersebut dapat kita wujudkan. Marilah kita renungkan apa yang telah kita lakukan di masa lalu dan mencoba menatap lebih tajam ke depan. Kita evaluasi dan mawas diri atas segala kesalahan dan kekurangan kita, untuk dijadikan pelajaraan atas apa yang akan kita lakukan di masa depan. Kita harus kerja lebih keras, ciptakan inovasi-inovasi baru, kita lakukan bisnis unusual atau prinsip out of the box. Karena kalau tidak, kita akan semakin jauh ketinggalan dan semakin sulit mencapai target harapan yang kita harapkan . Apa yang harus dilakukan? Mari kita lakukan sinergisitas seluruh komponen pemangku amanah atau stakeholder perikanan, baik internal maupun eksternal lembaga. Di bagian Budidaya harus terkoordinasi dan sinergi baik sarana dan prasarana produksinya dan semua hal yanag berkaitan agar semua proses produksi budidaya dapat berjalan lancar, berkembang dan menguntungkan semua pihak. Selanjutnya dibangun komunikasi dan sinergisitas terus menerus dengan pemangku amanah bidang pengolahan dan pemasaran hasil budidaya sehingga tidak terjadi kemacetan produksi di bagian hulu. Selama ini hal tersebut belum terjalin dengan baik, sehingga seringkali hasil budidaya tidak terserap dan tertampung di pasar maupun pengolahan. Di saat yang lain seringkali tidak tersedia stok bahan industri akibat produksi yang kurang. BBAP Situbondo sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya siap mengemban tugas pendampingan, pengawalan clan pengawasan penerapan teknologi aplikatif budidaya perikanan. Pengembangan website yang akan dilakukan juga merupakan salah satu bagian dari tugas tersebut dan dalam upaya penyebarluasan informasi yang dimiliki. Mudah-mudahan langkah ini bisa bermanfaat banyak untuk masyarakat luas khususnya para pengunjung website ini. Segala kekurangan kiranya dapat dimaklumi karena hal itu semata adalah bukti ketidaksempurnaan kami sebagai manusia. Kritik dan saran dengan terbuka dan lapang dada kita terima agar dapat semakin memajukan dan berkembangnya BBAP Situbondo, sehingga akan menambah pula manfaat yang dirasakan masyarakat . "SELAMAT TAHUN BARU 2012". Mari kita gapai harapan mewujudkan Indonesia sebagai penghasil produk perikanan terbesar dunia tahun 2015 dengan kerja keras, bersama-sama dan sinergi demi kemakmuran bersama masyarakat dan kejayaan bangsa Indonesia. Terimakasih, Wassalamu'alaikum wr wb
Situbondo, 31 Desember 2011 Balai Budidaya Air Payau Situbondo Vaname Nusantara I
Semakin menurunnya produksi udang windu akibat serangan penyakit, maka para pengusaha kemudian berusaha mencari komoditas udang unggulan. Di tahun 2001, Indonesia sudah mulai mengimpor benih dan induk udang vanname yang berasal dari Hawai, Florida dan Amerika latin. Dengan kehadiran udang varietas baru tersebut, kini banyak pembudidaya yang mengembangkannya di berbagai hatchery skala besar dan skala rumah tangga. Last Updated (Sunday, 23 January 2011 23:09)
Selayang Pandang
BBAP Situbondo terdiri dari tiga divisi, yaitu divisi udang, divisi ikan, dan divisi budidaya. Divisi ikan terletak di Dusun Pecaron, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo yang merupakan kantor utama dengan luas areal 4,39 ha. Selain gedung dan lingkungan perkantoran, dilengkapi juga dengan sarana laboratorium dan sarana produksi benih dan calon induk ikan dan udang, serta saran penunjang lainnya. Divisi ikan juga memiliki sarana budidaya berupa Karamba Jaring Apung dan area budidaya rumput laut cottoni. Last Updated (Saturday, 22 January 2011 06:14)
|



Yang terhormat,
